Thursday, December 17, 2009

TIPS : Jalan Kaki Jinakkan 9 Penyakit

STUDI dalam beberapa tahun terakhir semakin mengukuhkan bahwa berjalan tergopoh-gopoh dan bukan jalan santai memang memberi banyak manfaat bagi kesehatan kita. Inilah sembilan manfaat yang dapat diperoleh dari aktivitas jalan kaki

(1) Serangan Jantung.

Pertama-tama tentu menekan risiko serangan jantung. Kita tahu otot jantung membutuhkan aliran darah lebih deras (dari pembuluh koroner yang memberinya makan) agar bugar dan berfungsi normal memompakan darah tanpa henti. Untuk itu, otot jantung membutuhkan aliran darah yang lebih deras dan lancar. Berjalan kaki tergopoh-gopoh memperderas aliran darah ke dalam koroner jantung. Dengan demikian kecukupan oksigen otot jantung terpenuhi dan otot jantung terjaga untuk bisa tetap cukup berdegup.

Bukan hanya itu. Kelenturan pembuluh darah arteri tubuh yang terlatih menguncup dan mengembang akan terbantu oleh mengejangnya otot-otot tubuh yang berada di sekitar dinding pembuluh darah sewaktu melakukan kegiatan berjalan kaki tergopoh-gopoh itu. Hasil akhirnya, tekanan darah cenderung menjadi lebih rendah, perlengketan antarsel darah yang bisa berakibat gumpalan bekuan darah penyumbat pembuluh juga akan berkurang.

Lebih dari itu, kolesterol baik (HDL) yang bekerja sebagai spons penyerap kolesterol jahat (LDL) akan meningkat dengan berjalan kaki tergopoh-gopoh. Tidak banyak cara di luar obat yang dapat meningkatkan kadar HDL selain dengan bergerak badan. Berjalan kaki tergopoh-gopoh tercatat mampu menurunkan risiko serangan jantung menjadi tinggal separuhnya.

(2). Stroke.

Kendati manfaat berjalan kaki tergopoh-gopoh terhadap stroke pengaruhnya belum senyata terhadap serangan jantung koroner, beberapa studi menunjukkan hasil yang menggembirakan. Tengok saja bukti alami nenek-moyang kita yang lebih banyak melakukan kegiatan berjalan kaki setiap hari, kasus stroke zaman dulu tidak sebanyak sekarang. Salah satu studi terhadap 70 ribu perawat (Harvard School of Public Health) yang dalam bekerja tercatat melakukan kegiatan berjalan kaki sebanyak 20 jam dalam seminggu, risiko mereka terserang stroke menurun duapertiga.

(3). Berat badan stabil.

Ternyata dengan membiasakan berjalan kaki rutin, laju metabolisme tubuh ditingkatkan. Selain sejumlah kalori terbuang oleh aktivitas berjalan kaki, kelebihan kalori yang mungkin ada akan terbakar oleh meningkatnya metabolisme tubuh, sehingga kenaikan berat badan tidak terjadi.

(4). Menurunkan berat badan.

Ya, selain berat badan dipertahankan stabil, mereka yang mulai kelebihan berat badan, bisa diturunkan dengan melakukan kegiatan berjalan kaki tergopoh-gopoh itu secara rutin. Kelebihan gajih di bawah kulit akan dibakar bila rajin melakukan kegiatan berjalan kaki cukup laju paling kurang satu jam.

(5). Mencegah kencing manis.

Ya, dengan membiasakan berjalan kaki melaju sekitar 6 km per jam, waktu tempuh sekitar 50 menit, ternyata dapat menunda atau mencegah berkembangnya diabetes Tipe 2, khususnya pada mereka yang bertubuh gemuk (National Institute of Diabetes and Gigesive & Kidney Diseases).

Sebagaimana kita tahu bahwa kasus diabetes yang bisa diatasi tanpa perlu minum obat, bisa dilakukan dengan memilih gerak badan rutin berkala. Selama gula darah bisa terkontrol hanya dengan cara bergerak badan (brisk walking), obat tidak diperlukan. Itu berarti bahwa berjalan kaki tergopoh-gopoh sama manfaatnya dengan obat antidiabetes.

(6). Mencegah osteoporosis.

Betul. Dengan gerak badan dan berjalan kaki cepat, bukan saja otot-otot badan yang diperkokoh, melainkan tulang-belulang juga. Untuk metabolisme kalsium, bergerak badan diperlukan juga, selain butuh paparan cahaya matahari pagi. Tak cukup ekstra kalsium dan vitamin D saja untuk mencegah atau memperlambat proses osteoporosis. Tubuh juga membutuhkan gerak badan dan memerlukan waktu paling kurang 15 menit terpapar matahari pagi agar terbebas dari ancaman osteoporosis.

Mereka yang melakukan gerak badan sejak muda, dan cukup mengonsumsi kalsium, sampai usia 70 tahun diperkirakan masih bisa terbebas dari ancaman pengeroposan tulang.

(7). Meredakan encok lutut.

Lebih sepertiga orang usia lanjut di Amerika mengalami encok lutut (osteoarthiris) . Dengan membiasakan diri berjalan kaki cepat atau memilih berjalan di dalam kolam renang, keluhan nyeri encok lutut bisa mereda. Untuk mereka yang mengidap encok lutut, kegiatan berjalan kaki perlu dilakukan berselang-seling, tidak setiap hari. Tujuannya untuk memberi kesempatan kepada sendi untuk memulihkan diri.

Satu hal yang perlu diingat bagi pengidap encok tungkai atau kaki: jangan keliru memilih sepatu olahraga. Kita tahu, dengan semakin bertambahnya usia, ruang sendi semakin sempit, lapisan rawan sendi kian menipis, dan cairan ruang sendi sudah susut. Kondisi sendi yang sudah seperti itu perlu dijaga dan dilindungi agar tidak mengalami goncangan yang berat oleh beban bobot tubuh, terlebih pada yang gemuk.

Bila bantalan (sol) sepatu olahraganya kurang empuk, sepatu gagal berperan sebagai peredam goncangan (shock absorber). Itu berarti sendi tetap mengalami beban goncangan berat selama berjalan, apalagi bila berlari atau melompat. Hal ini yang memperburuk kondisi sendi, lalu mencetuskan serangan nyeri sendi atau menimbulkan penyakit sendi pada mereka yang berisiko terkena gangguan sendi.

Munculnya nyeri sendi sehabis melakukan kegiatan berjalan kaki, bisa jadi lantaran keliru memilih jenis sepatu olahraga. Sepatu bermerek menentukan kualitas bantalannya, selain kesesuaian anatomi kaki. Kebiasaan berjalan kaki tanpa alas kaki, bahkan di dalam rumah sekalipun, bisa memperburuk kondisi sendi-sendi tungkai dan kaki, akibat beban dan goncangan yang harus dipikul oleh sendi.

(8) Depresi.

Ternyata bergerak badan dengan berjalan kaki cepat juga membantu pasien dengan status depresi. Berjalan kaki tergopoh-gopoh bisa menggantikan obat antidepresan yang harus diminum rutin. Studi ihwal terbebas dari depresi dengan berjalan kaki sudah dikerjakan lebih 10 tahun.

(9). Kanker

juga dapat dibatalkan muncul bila kita rajin berjalan kaki, setidaknya jenis kanker usus besar (colorectal carcinoma). Kita tahu, bergerak badan ikut melancarkan peristaltik usus, sehingga buang air besar lebih tertib. Kanker usus dicetuskan pula oleh tertahannya tinja lebih lama di saluran pencernaan. Studi lain juga menyebutkan peran berjalan kaki terhadap kemungkinan penurunan risiko terkena kanker payudara.

INFO : Darurat Tanah Melayu 1948-1960

Darurat Tanah Melayu

Darurat Tanah Melayu yang berlaku pada tahun 1948 hingga 1960 adalah persengkatan antara Parti Komunis Malaya (PKM) dengan kerajaan British di Tanah Melayu. Darurat telah diisytiharkan pada 7-7-1948.

Sebab Darurat

Bolehlah dikatakan bahawa segalanya bermula selepas pendudukan Jepun 1942-1945. Nasionalisme penduduk Tanah Melayu yang telah dipengaruhi oleh Jepun semasa penjajahannya telah mendorong penduduk Tanah Melayu untuk bekerajaan sendiri.

Pembunuhan seramai tiga orang pengurus ladang berbahasa Inggeris di Sungai Siput, Perak pada tahun 1948, telah menyebabkan kerajaan mengisytiharkan darurat di seluruh Tanah Melayu. Sebulan selepas itu PKM diharamkan.

Dengan pengharaman PKM oleh kerajaan British kerana dianggap sebagai parti politik yang radikal ini telah menimbulkan ketidakpuasan hati oleh kebanyakan ahli dalam PKM kerana jasa mereka telah dilupakan oleh British semasa dalam penentangan Jepun.

Dengan itu, ketua PKM, telah mengubahkan dasarnya yang bersikap sederhana kepada bentuk yang agresif, iaitu dengan pembunuhan. PKM memulakan dengan mogok bersama dengan kesatuan sekerja, serta penubuhan Persatuan Buruh Baru (New Democratic Youth League).

Namun, pemogokan itu telah gagal dan undang-undang yang baru dibuat oleh British untuk melemahkan PKM, seterusnya PKM menggunakan serangan bersenjata untuk mendapatkan apa yang mereka rasa patut.

Hubungan PKM dan British yang semakin keruh dan setelah Chin Peng dilantik sebagai ketua yang baru, gerakan bersenjata dibuat bermula dengan pembunuhan 3 ketua Kuo Min Tang (KMT) dan 3 orang pengurus ladang getah berbangsa Eropah, termasuk seorang penolong, pada 12-6-1948 dan 15-6-1948. Darurat diisytiharkan di Johor pada 19-6-1948.

Min Yuen

Pada masa darurat 1948, Min Yuen telah menyokong pemberontakan yang dilakukan oleh komunis. Min Yuen (ertinya "gerakan rakyat" dalam bahasa Cina) yang ditubuhkan oleh Parti Komunis Malaya dan sebahagian besarnya dianggotai oleh orang Cina.

Tujuan Min Yuen adalah untuk memberi maklumat dan membekalkan makanan serta ubat-ubatan kepada komunis. Pergerakan mereka berpusat di bandar-bandar, kampung-kampung dan kawaan berhampiran hutan. Bukan semua orang Cina menyertai Min Yuen secara rela hati. Ada yang terpaksa berbuat demikian kerana takut ancaman maut. Sebenarnya kebanyakkan orang Cina berasa serba salah kerana kalau mereka menyokong kerajaan, mereka akan dibunuh oleh pengganas komunis dan tindakan akan diambil bukan sahaja terhadap mereka tetapi melibatkan keluaraga mereka.

Kegiatan Min Yuen sukar dikesan kerana mereka menjalankan operasinya di sebelah malam. Bagi melumpuhkan pergerakan Min Yuen, satu pelan tindakan yang dikenali sebagai Rancangan Briggs telah dijalankan bagi memindahkan penduduk Cina dipinggir-pinggir hutan ke kawasan penempatan baru yang dikawal. Rancangan ini bertujuan menjamin keselamatan penduduk Cina daripada diancam dan diperas-ugut oleh pengganas komunis.

Langkah mengatasi darurat

Undang-undang Darurat

Undang-undang Darurat telah diisytiharkan. Antaranya adalah termasuk:

  1. Parti politik yang bersifat radikal diharamkan.
  2. Sesiapa yang disyaki dengan kegiatan komunis akan ditangkap, serta dibuang negeri.
  3. Hukuman bunuh dibuat untuk sesiapa yang dianggap bersuhabat dengan komunis.

Pada masa darurat kira-kira 40,000 tentera termasuk beberapa rejimen askar Melayu telah dikerah untuk menghapuskan anasir komunis. Mereka dilengkapkan dengan peralatan kelengkapan perang, seperti meriam, kapal terbang, dan kapal laut.

Ketenteraan British juga telah diperketatkan. Polis British dan mata-mata khas telah bertambah ke 70,000 orang. Home Guard diperkenalkan supaya lebih banyak orang yang mampu membanteras komunis, iaitu sebanyak 200,000 orang. Bantuan tentera dari Komanwel (British, Australia, New Zealand, Gurkha dan Fiji), Polis Khas dan Perkhidmatan Negara telah dibuat.

Perintah Berkurung telah dibuat di kawasan yang mempunyai pengaruh komunis.

Kawasan Putih dan Hitam telah diperkenalkan supaya British boleh memudahkan proses mereka dalam membanteras komunis. Kawasan Putih adalah bermaksud kawasan tersebut telah bebas daripada anasir komunis, dan sebaliknya yang ada pada kawasan hitam. Antara semua negeri, Melaka adalah negeri yang pertama mendapat gelaran Kawasan Putih.

Sekatan jalan raya dan kawalan kampung telah dibuat oleh Home Guards di kawasan yang mungkin sebagai kawasan yang mempunyai pengaruh komunis, dengan itu, mereka boleh menyemak sesiapa sahaja dan juga berhak merampas barang yang mereka ada.

Kad Pengenalan diwajibkan supaya mereka boleh menangkap sesiapa sahaja yang tidak ada kad pengenalan. Kerajaan British telah mewajibkan semua penduduk Tanah Melayu mesti membuat kad pengenalan sebaik sahaja mereka berumur 12 tahun sahaja.

Rancangan Briggs

Rancangan Briggs dilancarkan oleh Sir Henry Gurney di Persekutuan Tanah Melayu pada pertengahan tahun 1950. Pengarah operasi yang bertanggungjawab ialah Leftenan Sir Harold Rowdon Briggs.

Rancangan Briggs merupakan tindakan oleh kerajaan jajahan British untuk menyekat bekalan makanan serta ubat-ubatan daripada Parti Komunis Malaya yang pada masa itu berniat menguasai Persekutuan.

Tindakan yang dijalankan ialah dengan memindahkan penduduk Cina dari kawasan-kawasan terpencil yang bertaburan dan menempatkan mereka di kawasan penempatan semula atau di Kampung Baru supaya mereka tidak diugut oleh Min Yuen untuk memberi maklumat dan bekalan makanan serta ubat-ubatan. Tujuannya semata-mata untuk melumpuhkan kegiatan Min Yuen.

Kampung-kampung baru ini dipagar dengan kawat berduri serta dikawal oleh pasukan keselamatan. Penduduk Kampung Baru diberi banyak kemudahan seperti pendidikan, perkhidmatan kesihatan, tempat tinggal serta bekalan elektrik dan air paip.

Jumlah penduduk yang terbabit dalam rancangan ini adalah seramai 470,509 orang yang ditempatkan di 440 buah kampung baru. Persatuan Cina Malaya (MCA) yang ditubuhkan pada tahun 1949 banyak membantu usaha kerajaan menempatkan semula orang Cina.

Meskipun pasukan keselamatan telah diperkuatkan, namun tindakan ketenteraan secara langsung untuk menghapuskan komunis kurang berjaya. Ini kerana kumpulan komunis tidak bertempur secara berdepan. Tetapi mereka menjalankan tindakan secara gerila.

Gerakan Kelaparan

Gerakan Kelaparan merupakan usaha susulan yang dilakukan oleh kerajaan jajahan British di dalam Rancangan Briggs. Gerakan ini dilakukan bagi melumpuhkan usaha Min Yuen daripada pihak Parti Komunis Malaya.

Rancangan ini melibatkan penyelarasan dan kerjasama di antara pegawai-pegawai perkhidmatan awam, polis dan tentera. Oleh itu, satu Jawatankuasa Kerja pada peringkat kebangsaan, negeri dan daerah telah ditubuhkan. Di peringkat daerah, biasanya Pegawai Daerah yang menjadi pengerusi dan bertanggungjawab untuk menghapuskan ancaman komunis di kawasannya.

Semua anggota di Kampung Baru yang terlibat dalam Rancangan Briggs perlu memastikan bahawa segala keperluan asas seperti bahan makanan, ubat-ubatan, pakaian serta senjata tidak diberikan kepada pihak komunis. Penduduk-penduduk hanya dibenarkan membeli makanan dalam jumlah yang ditetapkan sahaja. Kad pengenalan juga dikeluarkan bagi mengawal pergerakan penduduk di Kampung Baru. Sekatan-sekatan jalan raya diadakan juga untuk menghalang pergerakan Min Yuen.

Perang Saraf

Rancangan Briggs telah meninggalkan kesan terhadap hubungan kerajaan dan rakyat ketika itu.Didapati ahli Parti Komunis Malaya adalah kaum Cina manakala orang Melayu ramai berkhidmat sebagai polis dan tentera.

Pesuruhjaya Tinggi Tanah Melayu, Sir Henry Gurney telah mengadakan kempen ‘Bulan Penduduk Tanah Melayu Menentang Komunis’ yang melibatkan 500 000 orang.Dalam kempen ini mereka membawa sepanduk mengutuk keganasan komunis dan membakar patung-patung komunis serta mengadakan rapat umum.

Rundingan Baling 1955

Akibat kesukaran dan kekurangan sokongan dari masyarakat, pemimpin Parti Komunis Malaya, Chin Peng telah meminta perundingan diadakan. Rundingan Baling telah dibuat pada 28-29 Disember 1955, di Sekolah Rendah Baling, Baling , Kedah Darul Aman. Rundingan ini tidak membawa apa-apa keputusan drastik. Ini disebabkan kerajaan menawarkan pengampunan dengan syarat Parti Komunis Malaya dibubarkan, tetapi Chin Peng pula meminta Parti Komunis Malaya dibenarkan untuk bergerak sebagai sebuah parti politik. Pihak kerajaan yang telahpun mencapai kemajuan dalam membasmikan Parti Komunis Malaya, dan menimbangkan kekejaman Parti Komunis Malaya terhadap rakyat sebelumnya, menolak usul membenarkan Parti Komunis Malaya dibenarkan bergerak sebagai sebuah parti politik. Tunku kemudiannya menegaskan kepada rakyat bahawa Parti Komunis Malaya bertindak menentang kerajaan sah yang telah dipilih rakyat dan merdeka daripada penjajahan British.

Sebelum Perjanjian

Jun 1955, sepucuk surat dihantar oleh Parti Komunis Malaya dan ditandatangani oleh Ng Heng. Surat itu menyatakan tawaran rundingan kepada Ketua Menteri Persekutuan Tanah Melayu, Tunku Abdul Rahman. Ng Heng sebenarnya ialah nama samaran Chin Peng.

Tawaran Chin Peng tidak dihiraukan oleh kerajaan kerana PKM sudah lemah. Lagipun kerajaan dengan bantuan tentera negara-negara Komanwel hampir melumpuhkan pemberontakan bersenjata komunis. Rundingan dengan komunis yang mahu PKM diiktiraf sebagai sebuah parti bebas tentulah tidak wajar.

Julai 1955 Kerajaan Perikatan berjaya dalam pilihan raya di Tanah Melayu.

September 1955 kerajaan menabur 40 juta surat tawaran pengampunan beramai-ramai ke dalam hutan melalui kapal terbang. Namun demikian Tunku telah menarik balik tawaran pengampunan pada bulan Februari 1956.

Tanah Melayu mencapai kemerdekaan pada 31 Ogos 1957 ketika darurat masih lagi berkuatkuasa. Pada 31 Julai 1960, darurat ditamatkan setelah ancaman komunis semakin berkurangan dan pengunduran mereka ke sempadan Tanah Melayu dan Thailand. Penempatan baru komunis di sempadan telah membolehkan mereka mengumpul dan memulihkan kekuatannya.

Undang-undang darurat telah ditamatkan pada 31 Julai 1960. Dalam tempoh 12 tahun perintah darurat dilaksanakan, kira-kira 11000 nyawa terkorban, termasuk 2500 orang awam.

Bagi menangani ancaman komunis, secara ringkasnya, pihak British telah melaksanakan beberapa dasar:-

  1. Pembahagian daerah kepada kawasan putih dan kawasan hitam.
  2. Memindahkan setinggan berhampiran hutan ke kawasan selamat terlindung daripada peras ugut pengganas dalam rancangan yang dikenali sebagai kampung baru.
  3. Pengenalan sistem kad pengenalan bagai memudahkan seseorang itu dikenal pasti.
  4. Menggunakan pengangkutan udara bagi membawa tentera bagi menggempur pengganas. Sekarang ini dikenali sebagai kumpulan tindak pantas. Setiap kali pengganas menyerang, mereka akan diburu habis-habisan bagi melemahkan semangat mereka bagi menyerang (discourage) .
  5. Memperkenalkan ISA.
  6. Memberi pengampunan bagi pengganas yang menyerah melalui risalah yang disebarkan melalui unit udara.
  7. Memperkenalkan sukarelawan kampung / pengawal kampung yang bersenjata.
  8. Mendirikan balai polis dikawasan yang terancam / kawasan hitam.

Bagaimanapun kesemua taktik ini tidak akan berjaya sekiranya ia tidak disokong oleh penduduk tempatan. Ini terbukti dalam perang Vietnam, di mana pihak Amerika cuba meniru taktik British di Malaysia tetapi masih kalah dengan teruknya. Dengan itu kesemua taktik ini hanya membantu, tetapi sokongan padu kesemua rakyat berbilang kaum masih diperlukan bagi menangani anasir-anasir musuh.

Langkah bukan bentuk ketenteraan

Langkah berbentuk sosial juga dibuat kerana hati rakyat Tanah Melayu perlu diambil juga. Antara yang paling popular adalah berbentuk:

  1. Catuan makanan dibuat. Ini adalah kerana sebahagian daripada penduduk Tanah Melayu yang adalah ahli Min Yuen (Mereka bukan ahli tentera dalam PKM, tetapi sebagai pengintip) Dengan makanan yang terhad, maka makanan dan belakan yang lain adalah terhad dan mereka tidak mampu untuk memberikan makanan mereka kepada ahli tentera PKM yang berada di dalam hutan.
  2. Perang psikologi juga dibuat untuk mengumpan rakyat Tanah Melayu mendapatkan ganjaran untuk pemberitahuan sarang setiap ahli PKM dengan gangaran untuk ahli PKM yang menyerah diri. Dianggarkan bahawa ganjaran sebanyak $5,000 untuk setiap ahli PKM yang menyerah diri, serta $25,000 untuk sesiapa yang mampu menangkap Chin Peng.
  3. Pembentukan Malaysia. Merdeka yang diisytiharkan pada 31-8-1957 juga telah menghalang alasan untuk PKM membentuk negara komunis yang diidamkan. Ini telah membawa kepada mereka untuk membuat rundingan Baling dengan wakil UMNO.
  4. Langkah untuk menyatupadukan kaum juga telah dibuat oleh UMNO, iaitu dengan gabungan MCA (Tan Cheng Lock), UMNO (Tunku Abdul Rahman), serta MIC (E.E.C. Tsuringam), tetapi langkah ini telah dibuktikan gagal kerana Peristiwa 13 Mei ataupun rusuhan kaum yang berlaku pada tahun 1963.

Monday, December 7, 2009

INFO : 10 Pemimpin Paling Sadis Di Dunia

nilah 10 Pria Paling Sadis Di Dunia :

10.Attila The Huns




Attila adalah Raja orang Hun dari tahun 434 sampai kematiannya di tahun 453.
Dia ialah pemimpin Hunnic Empire yang terbentang dari Jerman ke Sungai Ural dan dari Sungai Danube ke Laut Baltic.
Di bagian terbesar Eropa Barat, dia diingat sebagai contoh kekejaman dan keserakahan.
Kampanye gagal di Parsi diikuti di tahun 441 oleh serbuan Kekaisaran Timur Roma, keberhasilan di antaranya memberanikan Attila untuk menyerbu Barat.
Dia melewati Austria dan Jerman tanpa terhalang, di seberang Rhine ke dalam orang Gael, ia merampas dan membinasakan semua orang di jalan dengan keganasan tak serupa di rekor serbuan orang biadab dan memaksa yang itu dia mengatasi untuk menambah tentara sangat besarnya.
Attila mati tenggelam di darahnya sendiri atas perkimpoiannya malam.

9.Maximilien Robespierre





Maximilien Robespierre adalah seorang pemimpin revolusi Perancis dan adalah argumennya yang membuat pemerintah revolusioner membunuh raja tanpa pemeriksaan pengadilan.
Robespierre adalah satu aktor utama di balik pemerintahan yang bengis, 10 bulan sejak pasca-revolusioner ia menyebabkan terror dan eksekusi masal.
Teror itu mengancam antara 18.500 sampai 40.000 orang, dengan 1.900 dibunuh pada bulan terakhir.
Di antara orang yang dihukum oleh pengadilan revolusioner, sekitar 8 persen adalah ningrat, kependetaan sebanyak 6 persen, kelas menengah sebanyak 14 persen, dan 70 persen sisanya karyawan atau buruh taniyang dituduh melakukan penimbunan, menolak wajib militer, desersi, pemberontakan, dan lain mengaku kejahatan.
Atas perbuatannya, Robespierre dipenggal kepalanya dengan tidak melalui pemeriksaan pengadilan pada 1794.
8.Ruhollah Khomeini




Ayatollah Khomeini adalah pemimpin agama Islam Iran dari 1979 sampai 1989.
Di waktu itu dia melaksanakan Syariat Islam (undang-undang agama Islamiah) dengan kode rok Islamiah diterapkan bagi baik laki-laki dan wanita oleh Penjaga Revolusioner Islamiah dan kelompok Islamiah lain.
Tentangan sampai peraturan alim ulama atau agama Islam umum sering dijumpai dengan hukuman kasar.
Dalam percakapan di Fayzieah School di Qom, 30 Agustus, 1979, Khomeini berkata:

"Yang sedang mencoba mewujudkan korupsi dan perusakan bagi negara kami di nama demokrasi akan tersiksa. Mereka lebih buruk daripada Kaum Yahudi Bani-Ghorizeh, dan mereka harus digantung. Kami akan menyiksa mereka atas perintah Tuhan dan panggilan Tuhan untuk berdoa."

Di pembantaian masal 1988 tawanan Iran, mengikuti operasi Forough-e Javidan Pejuang Mujahidin Iran melawan Republik Islam, Khomeini memberi perintah kepada pejabat pengadilan agar menghakimi setiap tawanan politik Iran dan membunuh semua yang tidak bertobat dari aktivitas kontra-rezim.
Banyak yang mengatakan bahwa ribuan yang dengan cepat dibunuh di dalam penjara. Riwayat hidup Grand Ayatollah Hossein-Ali Montazeri melaporkan perincian eksekusi sebanyak 30.000 orang aktivis politik.
Sesudah sebelas hari di rumah sakit dalam operasi untuk menghentikan pendarahan dalam, Khomeini meninggal karena kanker pada Sabtu, Juni 04, 1989, pada umur 86 tahun.
7.Idi Amin Dada




Idi Amin adalah seorang perwira tentara dan presiden Uganda.
Dia mengambil tenaga di kup militer pada Januari 1971, menurunkan Milton Obote.
Kekuasaannya ditandai oleh pelanggaran hak asasi, penindasan politik, penganiayaan etnik, pembunuhan pengadilan ekstra dan pengusiran orang India dari Uganda.
Jumlah orang yang dibunuh akibat rezimnya tak dikenal; perkiraan bervariasi dari 80.000 sampai 500.000.
Pada 4 Agustus, 1972, Amin mengeluarkan dekrit yang memerintahkan pengusiran ke60.000 orang Asia yang tidak adalah warganegara Uganda (kebanyakan dari mereka memuat paspor Inggris).
Ini nanti diperbaiki untuk memasukkan ke80.000 orang Asia, dengan kekecualian profesional, seperti dokter, pengacara dan guru.
Amin akhirnya digulingkan, tetapi sampai kematiannya, dia memegang bahwa Uganda perlu dia dan dia tidak pernah mengungkapkan penyesalan yang dalam untuk penyalahgunaan rezimnya.
6.Leopold II of Belgium




Leopold II ialah Raja Belgia dari 1865-1909.
Dengan bantuan keuangan dari pemerintah, Leopold membuat "Congo Free State", proyek pribadi yang dilakukan untuk menyadap karet dan gading di daerah Kongo Afrika tengah, yang mengandalkan kerja paksa dan menyebabkan kematian sebanyak sekitar 3 juta orang Kongo.
Rezim Negara Bagian Bebas Kongo menjadi salah satu skandal internasional peralihan abad yang lebih terkenal keburukannya. Bidang tanah secara pribadi dimiliki oleh Raja adalah 76 kali lebih besar daripada Belgia, yang dia bebas menguasainya sebagai lingkup pribadi lewat tentara pribadinya, Force Publique. Pekerja perkebunan karet milik Leopold disiksa, memuntungkan dan membunuh secara kejam sampai di akhir abad, atas hati nuran,i Dunia Barat lalu memaksa Brusel untuk mengadakan perhentian.
5.Pol Pot




Pol Pot adalah pemimpin Khmer Rouge dan Perdana Menteri Kamboja dari 1976 sampai 1979, sudah de fakto pemimpin sejak pertengahan 1975.
Selama masa kekuasaannya, Pol Pot memaksakan versi ekstrim komunisme agraris di mana semua penduduk kota dipindahkan ke daerah pedalaman untuk bekerja di perkebunan kolektif dan proyek kerja paksa.
Efek gabungan kerja budak, kekurangan gizi, perewatan kedokteran yang buruk dan pelaksanaan ditaksir untuk sudah membunuh sekitar 2 juta orang Kamboja (sekitar sepertiga penduduk). Rezimnya mencapai reputasi buruk istimewa karena memilih semua cendekiawan dan "kaum borjuis musuh" lain untuk pembunuhan.
Khmer Rouge melakukan eksekusi masal di tempat yang dikenal sebagai "Ladang Pembunuhan". Yang dieksekusi dikubur di kuburan masal.
Untuk menghemat amunisi, eksekusi sering dillakukan memakai palu, tangkai kampak, sekop atau tongkat bambu yang diasah.
4.Vlad Ţepeş




Vlad III Rumania (juga dikenal sebagai Vlad Impaler) ialah Pangeran Wallachia tiga kali dari tahun 1448 sampai tahun 1476. Vlad lebih dikenal sebagai legenda penghukum yang sangat kejam. Dia memaksa selama pemerintahannya, dan dia juga dijadikan sebagai ilham pokok bagi karakter utama vampir"Bram Stoker" di populer Dracula baru.
Di Rumania dia dianggap sebagai seorang pangeran dengan perasaan mendalam tentang keadilan. Daftar penyiksaan dia dinyatakan untuk sudah mempekerjakan ekstensif: kuku di kepala, memotong dahan, membutakan, pencekikan, dibakar, memotong hidung dan telinga, pemotongan organ seksual (khususnya di kasus wanita), menguliti kepala, menguliti, pembeberan sampai elemen atau ke binatang, dan mendidihkan oranghidup-hidup.
Ada klaim bahwa atas beberapa kesempatan sepuluh ribu orang ditusuk di tahun 1460
3.Ivan IV of Russia




Ivan IV Rusia, juga dikenal sebagai Ivan yang Mengerikan, adalah Adipati Megah Muscovy dari 1533 sampai 1547 dan adalah penguasa pertama Rusia yang mengambil hak Kaisar.
Di tahun 1570, Ivan di bawah kepercayaan yang direncanakan oleh elite kota Novgorod untuk menyebrang ke Polandia, dan menyuruh seorang tentara menghentikan mereka pada 2 Januari. Tentara Ivan membangun tembok sekitar garis keliling kota untuk mencegah orang kota yang terlepas.
Antara 500 sampai 1000 orang dikumpulkan setiap hari oleh tentara, lalu disiksa dan dibunuh di muka Ivan dan anak lelakinya.
Di 1581, Ivan memukulnya penuh anak perempuan-di- undang-undang karena memakai pakaian yang tak sopan, menyebabkan keguguran.Anak lelakinya, yang juga bernama Ivan, beradu argumen dengan ayahnya.Yang menyebabkan Ivan yang memukul anak lelakinya di kepala dengan tongkat runcingnya, lalu anaknya tewas seketika.
2.Adolf Hitler




Adolf Hitler ditetapkan Kanselir Jerman pada 1933, menjadi "Fuhrer" pada 1934 sampai bunuh dirinya pada 1945. Di akhir Perang Dunia 2, Kebijakan teritorial penaklukan dan pemusnahan rasialnya sudah membawa kematian dan penyiksaan jutaan orang, termasuk pembantaian sebanyak kira-kira enam juta orang Yahudi yang sekarang dikenal sebagai Holocaust.
Pada 30 April 1945, sesudah pertempuran hebat street-to-street , ketika tentara Uni Soviet terlihat dalam blok atau dua Reich Chancellory, Hitler bunuh diri, menembak dirinya sendiri sambil menggigit sebiji kapsul sianida.
1.Josef Stalin




Stalin adalah Sekretaris Umum Partai Komunis dari Komite Sentral Uni Soviet dari tahun 1922 sampai kematiannya di tahun 1953. DI bawah kepemimpinan Stalin, Negara bagian Ukraina menderita kelaparan sangat hebat (Holodomor), oleh kebanyakan orang hal ini dianggap akibat dari pemusnahan massal yang merupakan bagian dari kebijakan pemerintahan Stalin. Perkiraan jumlah kematian bervariasi dari 2,5 juta sampai 10 juta. Kelaparan disebabkan oleh politik dan administratif keputusan.
Disamping kelaparan, Stalin memerintahkan pembersihan dalam Uni Soviet orang mana pun yang dianggap sebagai musuh negara bagian.
Di total, perkiraan jumlah yang dibunuh di bawah pemerintahan Stalin berkisar antara 10 juta hingga 60 juta orang.

Followers

Related Posts with Thumbnails