Sunday, October 4, 2009

INFO : Cara Jepun “Mengharamkan” Rokok

Informasi tentang cara Pemerintah Jepun dalam “mengharamkan” rokok di negaranya. Tidak perlu pakai MUJ (Majlis Ulama Jepun).

Ini menunjukkan bentuk kepedulian Jepun akan kesehatan dan kenyamanan warganya.

* Tahun 2004, Pemerintah Jepun menaikan harga rokok. Dengan dinaikannya rokok, tidak menyebabkan kos pengangkutan, teksi, dll menjadi naik jugak.

* Tahun 2007 akhir, Pemerintah Jepun memasang larangan merokok di semua teksi di Jepun, tidak terkecuali untuk pengemudinya. Kalau di KL kan, penumpang mengalah kepada pemandu teksi yang merokok.

* Tahun 2008, Pemerintah Jepun mengeluarkan kad “Taspo”, yaitu semacam SIK (Surat Izin Merokok), dengan tujuan remaja di bawah umur 20 tahun tidak boleh merokok. Masing-masing perokok wajib terdaftar sebagai perokok dan wajib memiliki kad tersebut. Kad Taspo ini sangat sakti. Mesin penjual rokok atau toko tidak akan menjual rokoknya kepada yang tidak memiliki kad ini.

* Kad ini juga akan mengesan prestasi penggunaan rokok per bulan dalam hitungan grafik, yang berhubungan dengan kesehatan dunia dan sebagainya.

* Rokok di Jepun dibuatkan semacam klasifikasi dari 10 s/d 1. Tujuannya adalah memberikan penyuluhan kepada perokok untuk berhenti secara alami. Klasifikasi tingkat 10 adalah yang paling berat, tinggi kadar tar, nikotin, dll. Setelah itu akan biasakan dengan rokok klasifikasi 9, 8, 7, dst., akhirnya klasifikasi tingkat-1, yaitu rokok yang paling ringan. Kalau sudah terbiasa menghisap rokok klasifikasi- 1, tidak merokok sama sekali pun boleh.

* Tempat-tempat merokok disediakan bagi perokok hampir di pusat-pusat kota

* Merokok sambil berjalan boleh didenda 5000 yen/ RM200 di tempat!

* Awal 2009, dikabarkan harga rokok akan naik berlipat-kali ganda, dari 300 yen menjadi 900 yen. Dijamin, gaji akan habis kalau nekad beli rokok tiap hari.

Semua karena pemerintah peduli kepada warganya. Tanpa perlu fatwa-fatwa.

INFO : 10 Artis Top Yang Masuk Penyelidikan FBI

Ini adalah daftar selebriti-selebriti top yang aktivitasnya mendapat perhatian dari Federal Bureau of Investigation (FBI). Bukan hanya masalah pandangan politik saja yang menjadi perhatian tapi juga kehidupan sosialnya. Di antaranya yang mungkin sudah diketahui adalah Marilyn Monroe yang jadi obyek saat hidup termasuk pergaulannya dengan sejumlah tokoh-tokoh terkemuka, seputar kehidupannya, bahkan sampai kematiannya yang diduga tidak wajar itu.Bintang lainnya adalah Frank Sinarta, penyanyi terkenal yang disasuskan terkait dengan mafia, atau John Lennon yang sangat menentang perang Vietnam.


Berikut 10 bintang terkenal itu dan kasusnya:

1.Marilyn Monroe

Bintang terkenal Hollywood era 60-an ini meninggal karena over dosis pada 1963. Ketika ia mendadak tewas, banyak spekulasi berkembang soal kematiannya. Salah satu yang menjadi rumors adalah sebenarnya Monroe tewas karena dibunuh.

Setelah kematiannya, FBI melakukan investigasi dengan banyak teori kemungkinan seputar kematian bintang terkenal yang didapati tewasover dosis. Termasuk menyelidiki kemungkinan bahwa penyebab Monroe bunuh diri karena kekasihnya seorang lelaki beristri, memutuskan hubungan dengannya.

Diselidiki juga seputar desas desus keterkaitan kematian Monroe dengan sejumlah tokoh. Berkembangnya rumors bahwa agen 'sayap kanan' FBI dan CIA, bahkan Mafia mempunyai keterkaitan dengan kematian itu termasuk Robert F Kennedy yang konon mempunyai affair dengan perempuan sexy itu.

2. FRANK SINATRA kaitannya dengan Mafia


http://moderateinthemiddle.files.wordpress.com/2009/05/frank_sinatra.jpg


Kepopuleran, kemasyuran diraih Frank Sinarta lewat suaranya yang merdu. Tembang "Blue Eyes" yang dicintai seluruh dunia. Tapi diam-diam di tengah kemasyurannya, FBI ‘mengintai' dan selalu ‘mengamat-amati' Frank Sinarta. Suatu yang luar biasa adalah berkas-berkas yang kumpulkan FBI adalah berkas terbanyak dan paling besar yang pernah disusun untuk seorang penghibur.Berkas itu terdiri dari 1300 halaman yang mayoritas berisi dugaan pertalian Frank Sinarta dengan Mafia. Nama Sinarta dimasukkan bersama nama anggota Mafia dari Gambino, Lucco dan keluarga-keluarga Mafia, Carillo, yang dituduh memeras seorang pialang saham New York yang menjual mereka senilai $100.000 saham.

3. JOHN WAYNE dan gerakan antikomunis


http://www.cinemaretro.com/uploads/waynecowboy.jpg


Sebenarnya FBI tidak pernah menyelidiki bintang tenar Hollywood ini, karenanya berkasnya di FBI pun tidak terlalu banyak. Hanya saja dalam berkas FBI itu mengungkap banyak ancaman pemerasan yang dibuat melawan dia, juga bermacam macam bahan yang menyinggung sikap antikomunis Wayne selama di Hollywood. Pada 1950-an, Wayne bergabung dengan Walt Disney, Clark Gable, dan penghibur lainnya untuk membantu Senator AS Joseph McCarthy dan House Un-American Activities Committee dalam mengungkap Komunis bekerja di industri film.

4. ALBERT EINSTEIN, ILMUWAN, Diselidiki karena Komunis


http://botit.botany.wisc.edu/toms_fungi/images/einstein3.jpg


Albert Einstein, pakar Fisika yang terkenal di dunia ini pun tak lepas dari ‘intaian' FBI. Ini karena keterkaitannya dengan Partai Komunis di mana Einstein merupakan anggotanya juga yang mensponsori partai tersebut. Tercatat juga bahwa Einstein telah bergabung dengan 34 kelompok kumunis yang ada pada masa 1937-1954. Dia juga menjadi ketua kehormatan dari tiga organisasi komunis.

5.JOHN LENNON

http://williamlobdell.com/wp-content/uploads/2008/11/john_lennon.jpg


FBI mengumpulkan sekitar 248 halaman berkas pada John Lennon di 1971-72. Investigasi dilakukan ketika FBI mengetahui bahwa John Lennon menyumbangkan $ 75.000 pada kelompok yang berencana mengganggu Konvensi Nasional Partai Republik pada tahun 1972, di mana Presiden Nixon akan mencalonkan diri sebagai presiden untuk periode kedua. Ada dugaan, penyelidikan itu juga ada kaitannya dengan aktivitas Lennon yang aktif mengecam perang Vietnam.

6. CHARLIE CHAPLIN, PELAWAK
http://europeancourier.org/images/CharlieChaplin_000.jpg


File FBI tentang Charlie Chaplin meliputi 2060 halaman yang diarsipkan pada CD-ROM. Disitu diunngkap Chaplin lahir di London dengan nama Charles Spencer Chaplin. Ia datang ke Amerika dan menjadi pelawak sukses di era film bisu. Pada tahun 1919 ia mendirikan United Artists dengan Douglas Fairbanks, Mary Pickford, dan DW Griffith.

Ia tak pernah menjadi warga Negara Amerika. Ia meninggal dalam pengasingan di Swiss pada tahun 1977 Setelah kematiannya, tubuh Chaplin dicuri dari kuburnya dan ditahan untuk tebusan.. Jenazahnya kemudian ditemukan di sebuah ladang jagung di dekat pemakaman di Vevey Swiss.

Di bagian lain juga diungkapkan tentang pandangan politiknya serta kehidupan pribadinya. Chaplin pertama kali mendapat perhatian FBI pada awal 1920 an karena pandangan politiknya yang kekiri-kirian. Assistant to the Director of the FBI, J. Edgar Hoover, menulis dalam memonya bahwa Chaplin adalah salah satu bintang Hollywood yang menjadi ‘kamar Bolsheviki". Peninjauan terhadap Chaplin makin meningkat setelah film Modern Times 1936 dan The Great Dictator" tahun 1941.

Selain itu Chaplin juga menjadi perhatian berkaitan dengan kasusnya melawan Joan Barry, artis, yang sampai di pengadilan di California pada 1943. Chaplin dituduh melakukan ‘perbudakan putih' dan telah melanggar hak hal sipil Joan.
Chaplin dituduh melanggar UU 1910 Mann yang juga menyebut soal "White Slave Traffic Act".

Dalam undang-undang federal melarang adanya mengambil wanita dari mana pun di Negara bagian dengan tujuan tidak bermoral. Sebenarnya, undang-undang ini dimaksudkan untuk melawan aktivitas prostitusi namun kemudian diperluas mencakup setiap aktivitas dianggap tidak bermoral..Investiga si tersebut dilakukan atas kejadian antara 1943-1945. Tapi Chaplin dibebaskan dari tuduhan itu.

7. LUCILLE BALL,PELAWAK, anggota Komunis


http://www.morethings.com/fan/lucille_ball/lucille_ball006.jpg


142-halaman laporan FBI tentang pelawak, Lucille Ball, sesudah dia memberi kesaksian di depan House Select Committee tahun 1953 atas aktivitasnya yang tidak-amerika. Ia mengungkapkan bahwa dia mendaftar member suaranya sebagai seorang komunias pada 1936 atas amanat kakeknya.

Suaminya, Ball, di udara maupun dalam kehidupan nyata, Desi Arnaz, rupanya menjadi subyek kemarahan J Edgar Hoover setelah dia memulai memproduksi film seri televise "Untouchables," yang mencoba mengukap kisah-kisah dalam berkas FBI.


8. ANDY WARHOL berkaitan dengan kasus pencabulan

http://tothewire.files.wordpress.com/2009/08/andy-warhol-photograph-c10036912_jpeg.jpg

Berkas FBI tentang Andy Warhol berkaitan dengan film produksi perusahaannya. Sebagaimana diketahui Andy Warhol adalah pemilik Andy Warhol Films yang memproduksi macam-macam film di antaranya film "Lonesome Cowboys".

Namun dikabarkan selama shuting film di Rancho Linda Vista Guest Ranch, Oracle, Arizona, sejumlah complain masuk yang berkaitan dengan aktivitas cabul digambarkan di film. Lalu agen masuk untuk menyelidiki kasus tersebut.Selama tahap menyunting film, Warhol luka kena tembakan dan hampir dibunuh oleh Valerie Solanas.

9. BAND THE BEACH BOYS berkaitan dengan Obat-obatan


http://houseofharley.net/blog/wp-content/uploads/2008/05/radioshow_080516_beachboys.jpg


10. JACKIE GLEASON, PELAWAK, Agent FBI, dekat dengan Presiden Nixon

http://www.museum.tv/archives/etv/G/htmlG/gleasonjack/gleasonjackIMAGE/gleasonjack.jpg


Jackie Gleason (lahir dengan nama Herbert John Gleason) masuk ke bisnis pertunjukan pada usia 15. Kariernya sempat terputus karena Perang Dunia II, tapi pada akhir perang, Gleason kembali ke Hollywood, kali ini karakter memainkan peran dalam sejumlah film. I mencapai sukses besar dalam bisnis pertunjukan sebagai bintang dari serial komedi televisi seperti The Life of Riley, The Honeymooners, dan The Jackie Gleason Show.

Salah satu catatan adalah kedekatannya dengan Presiden Nixon. Gleason adalah pendukung kuat partai Republik. Gleason tinggal di Florida, dan Nixon memiliki senyawa di Teluk Biscayne hanya semil jauhnya. Selain keranjingan main golf, keduanya juga mendapat perhatian tinggai dari FBI. Tahun 1937, Nixon melamar menjadi agen FBI, dan Gleason bekerja untuk FBI sebagai agen khusus SAC (Special Agent Change) di Miami di mana ia tinggal seama 20 tahun terkahir hidupnya.

INFO : ABG Indonesia di Mata Wartawan Amerika

Wartawan Amerika Latin : “Saya tidak menduga ABG Indonesia begitu bebas…”



Sebelum berkunjung ke Indonesia mengikuti “Journalist Visit Programme”, wartawan itu membayangkan Indonesia sebagai negara dengan penduduk mayoritas Islam adalah negara yang memegang teguh prinsip-prinsip agama, etika, dan moral. Ternyata keliru.
Di Ancol, dia menyaksikan anak-anak muda bebas melakukan apa saja di depan umum. Teman pemandu itu tidak dapat berkata apa-apa. Ia terdiam, sunyi, dan kehilangan kebanggaan. Ia merasa asing dan terpelanting dalam fakta yang sangat nyata.
Dan, kita juga terpelanting atas hasil survei ini: Pada 2008, menurut keterangan Direktur Remaja dan Perlindungan Hak-Hak Reproduksi Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional Pusat (BKKBN), M Masri Muadz, sebanyak 63 persen remaja Indonesia usia SMP dan SMA sudah melakukan hubungan seksual di luar nikah.
Mengutip hasil survei yang diterimanya, Masri menyebutkan, jumlah ini meningkat dari tahun sebelumnya. Pada 2005-2006 di Jabotabek, Medan, Bandung, Surabaya, dan Makassar, berkisar 47,54 persen remaja mengaku berhubungan seks sebelum nikah. Peningkatan ini, antara lain, disebabkan pergaulan hidup bebas, faktor lingkungan, keluarga, dan media massa.
Data lain yang menyedihkan dan membuat kita bergidik berasal dari Departemen Kesehatan. Sampai September 2008, menurut data tersebut, sebanyak 15.210 penderita AIDS atau orang yang hidup dengan HIV/AIDS di Indonesia. Dari jumlah itu, 54 persen adalah remaja.
Dan, simak lagi data ini: Survei yang dilakukan Annisa Foundation di Cianjur, Jawa Barat, pada 2007, menemukan hasil mengejutkan. Di kota ini, lebih dari 42,3 persen pelajar perempuan di kota santri itu telah melakukan hubungan seks pra-nikah. Para responden mengaku hubungan pra-nikah itu dilakukan atas suka sama suka. Bahkan, ada responden yang mengaku berhubungan lebih dengan satu pasangan.
Survei yang dilakukan pada Juli sampai Desember 2006 kepada 412 siswa SMP dan SMA itu, menurut Direktur Annisa Foundation, Laila Sukmadevi, kecenderungan pelajar Cianjur berhubungan seks pra-nikah bukan karena persoalan ekonomi.. Alasan ekonomi hanya 9 persen, selebihnya karena pergaulan dan lemahnya kontrol orangtua.
Temuan lain Annisa Foundation, sebanyak 90 persen remaja yang melakukan hubungan pra-nikah tersebut, bukan karena tidak paham nilai-nilai agama dan moral. Mereka justru mengetahui bahwa perbuatan itu dosa dan sangat tidak pantas.
Jauh dari Jakarta, tepatnya di Samarinda, Kalimantan Timur, survei Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Cabang Samarinda pada September 2008 lalu, menemukan hasil yang menyedihkan. Dari 300 pelajar Samarinda, 12 persen di antaranya mengaku pernah melakukan hubungan badan.
Menurut survei PKBI itu, 14 persen hubungan seks dilakukan di sekolah, 28 persen mengaku melakukannya di rumah. Ironisnya, hubungan badan dilakukan di sekolah saat jam istrahat maupun ketika usai belajar. Sedangkan di rumah dilakukan saat kedua orangtua tidak berada di rumah.
Organisasi riset nirlaba AS, Research And Development (RAND) melaporkan penelitiannya November 2008 lalu, bahwa tayangan televisi sangat berpengaruh terjadinya kehamilan di kalangan remaja di AS. Pengkajian yang disiarkan jurnal Pediatrics itu menyebutkan, remaja yang banyak menonton acara yang mengandung unsur seksual, menghadapi risiko hamil lebih besar.
Pengkajian itu memfokuskan pada 23 acara televisi kabel yang populer di kalangan remaja, antara lain komedi situasi, drama, acara realitas, dan kartun.
Angka kehamilan remaja di AS tetap tinggi dibandingkan dengan negara-negara industri lainnya. Hampir sejuta gadis berusia antara 15 hingga 19 tahun hamil setiap tahunnya, atau sekitar 20 persen wanita yang aktif secara seksual dalam kelompok umur tersebut.
Hasil penelitian dan survei tersebut sangat menakutkan. Gaya hidup permisif, budaya televisi, telah mendorong para remaja terperosok dan jatuh ke jurang terdalam. Di Indonesia, remaja-remaja kita diserbu gaya hidup serba mungkin. Pendidikan agama telah berubah menjadi angka-angka dalam buku rapor semester.
Kehidupan remaja di AS dan Indonesia, terutama di perkotaan, hampir sulit dibedakan. Mereka mendapatkan apa saja. Bahkan, lemahnya penegakan hukum, memungkinkan remaja Indonesia mendapatkan jauh lebih besar dan menakutkan dibandingkan di AS. Video porno, majalah porno, tayangan televisi yang serba benda dan kemewahan, serta situs-situs porno di internet, dengan mudah didapatkan.
Dan, yang sangat menakutkan, ketika persoalan ini dianggap sebagai suatu yang biasa. Ini bahaya lebih dahsyat dari yang dibayangkan orangtua, pendidik, ulama, dan negara.
Seorang wartawan Amerika Latin berkata, “Saya tidak menduga remaja Indonesia begitu bebas, melebihi negara kami…..’”
Wartawan itu sesungguhnya sedang menggugah kesadaran kita – yang selalu merasa lebih baik, lebih terhormat, dan bahkan lebih mulia. Ini sungguh menakutkan.

ABG=Anak Baru Gedi...merujuk kpd anak awal remaja/gadis sunti ..

Followers

Related Posts with Thumbnails